Kabupaten Simeulue adalah salah satu
kabupaten di
Aceh,
Indonesia. Berada kurang lebih 150 km dari lepas pantai barat Aceh, Kabupaten Simeulue berdiri tegar di
Samudera Indonesia. Kabupaten Simeulue merupakan pemekaran dari
Kabupaten Aceh Barat sejak tahun
1999, dengan harapan pembangunan semakin ditingkatkan di kawasan ini.
Ibukota Kabupaten Simeulue adalah
Sinabang, kalau diucapkan dengan logat daerah adalah
Sinafang yang artinya
senapan atau senjata api, di mana dulunya Sinabang menjadi markas serdadu
kompeni Belanda. Sementara
Sibigo ibukota kecamatan Simeulue Barat berasal dari kata/kalimat
CV dan Co karena masa-masa penjajahan dulu, Sibigo adalah lokasi perusahaan pengolahan kayu
Rasak - sejenis kayu sangat keras setara dengan
Jati - yang dikirim ke Belanda via laut.
Karena posisi geografisnya yang terisolasi dari
Pulau Sumatera, hiruk-pikuk konflik di Aceh daratan tidak pernah berimbas di kawasan ini, bahkan tidak ada pergerakan
GAM di kawasan kepulauan ini.
Penduduk
Hampir seluruh penduduk kepulauan ini beragama
Islam. Penduduk kawasan ini juga berprofil seperti orang
Cina, dengan kulit kuning dan sipit dan mempunyai bahasa yang berbeda dengan
Aceh daratan.
Bahasa
Terdapat tiga bahasa utama yang dominan dalam pergaulan sehari-hari yakni
bahasa Ulau,
bahasa Sibigo, dan
bahasa Jamee. Bahasa Ulau (pulau) umumnya digunakan oleh penduduk yang berdomisili di Kecamatan Simeulue Timur, Teupah Selatan, Teupah Barat, Simeulue Tengah dan Teluk Dalam. Bahasa Sibigo umumnya digunakan penduduk di Kecamatan Simeulue Barat, Alafan dan Salang. Sedangkan bahasa Jamee (tamu) digunakan khususnya oleh para penduduk yang berdiam di sekitar kota Sinabang dan sekitarnya yang umumnya perantau niaga dari
Minangkabau dan
Mandailing.
Budaya
Masyarakat Simeulue mempunyai adat dan budaya tersendiri berbeda dengan saudara-saudaranya di daratan Aceh, salah satunya adalah seni Nandong, suatu seni nyanyi bertutur diiringi gendang tetabuhan dan biola yang ditampilkan semalam suntuk pada acara-acara tertentu dan istimewa. Terdapat pula seni yang sangat digemari sebagian besar masyarakat, seni Debus, yaitu suatu seni bela diri kedigjayaan kekebalan tubuh terutama dari tusukan bacokan pedang, rencong, rantai besi membara, bambu, serta benda-benda tajam lainnya, dan dari seni ini pulalah para pendekar Simeulue acap diundang ke mancanegara.
Potensi
Peternakan
Salah satu andalan Kabupaten Simeulue yang menjadi ciri khas adalah
kerbau simeulue yang meski ukurannya kecil, namun rasa dagingnya lebih manis daripada kerbau di daratan Sumatera. Kerbau ini banyak dijual keluar Pulau Simeulue dan, karena kualitasnya prima, harganya pun menjadi tinggi.
Kelautan
Di dalam satu dasawarsa terakhir hasil pulau Simeulue yang sangat terkenal adalah
Lobster (udang laut) yang cukup besar ukurannya dan telah diekspor ke luar daerah seperti
Medan,
Jakarta dan bahkan ke luar negeri hingga
Singapura dan
Malaysia.
Perkebunan
Kabupaten ini terkenal dengan hasil
cengkehnya dimasa lalu era tahun 1970 s/d 1990. Hasil perkebunan rakyat lainnya di antaranya adalah
kopra yang berasal dari pohon
kelapa yang tumbuh subur di sepanjang pantai Pulau Simeulue, selain itu ada perkebunan kelapa sawit milik Pemerintah Daerah bernama Perusahaan Daerah Kelapa Sawit (PDKS) yang terdapat di Kecamatan Teluk Dalam dan Teupah Selatan.
Kehutanan
Sedangkan hasil
hutan yang menjadi sumber utama pabrik meubel di
Cirebon,
Jawa Barat adalah
rotan. Diharapkan pula dalam tahun 2008 hasil perkebunan
kelapa sawit murni milik rakyat dan swakelola Pemerintah Kabupaten Simeulue akan membuahkan hasil yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Simeulue.
Minyak bumi
Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) dan Lembaga Riset Geologi dan Kelautan Jerman (BGR) menemukan potensi minyak (hidrokarbon) dalam jumlah sangat besar di perairan timur laut Pulau Simeulue, Provinsi Aceh. Prediksi sementara jumlah kandungan minyak yang ada sekitar 107,5-320,79 miliar barel. "Temuan ini hasil riset kami dengan Kapal Riset Sonne, yang tujuan awalnya untuk mengetahui detil deformasi struktur geologi di daerah busur muka (fore arc) pasca tsunami 26 Desember 2004," kata Dr Yusuf Surachman, Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam BPPT, di Jakarta, Senin (11/2) seperti dikutip Antara. Dibandingkan dengan cadangan
minyak bumi milik
Arab Saudi yang volumenya mencapai 264,21 miliar barrel. Temuan itu, menurut Yusuf, sangat signifikan. Sedangkan nilai volume di perairan timur laut Pulau Simeulue itu dihitung minimal 17,1 x 109 m³ dan maksimal volume total 51 x 109 m³. "Perkiraan volume berdasar volume reservoir yang dihitung atas dasar sejumlah asumsi, yakni seismik dua dimensi, karbonat
build-up berbentuk melingkar, faktor pengali elongasi antara 0,5-1,5 dan porositas 30 persen," ujarnya.
Gempa bumi dan tsunami
Gugusan Kepulauan Simeulue yang terdiri beberapa pulau besar dan kecil (± 40 buah) berada tepat di atas persimpangan tiga
palung laut terbesar dunia, yakni pada pertemuan
lempeng Asia dengan
lempeng Australialempeng Samudera Hindia. Sehingga pada saat terjadinya
gempa bumi dan tsunami tanggal 26 Desember 2004 yang ber-episentrum di ujung barat Pulau Simeulue, pulau ini mengalami kerusakan sarana prasarana sangat parah. Namun jumlah korban jiwa akibat peristiwa tersebut relatif minim, hal ini disebabkan masyarakat setempat sudah mengenal secara turun temurun peristiwa yang disebut sebagai
smong,karena peristiwa serupa yakni tsunami pernah terjadi pada tahun 1907 sehingga apabila terjadi gempa besar diikuti oleh surutnya air laut dari bibir pantai secara drastis dan mendadak, maka otomatis tanpa disuruh seluruh penduduk, tua muda, besar kecil laki-laki dan perempuan beranjak meninggalkan lokasi menuju tempat-tempat ketinggian atau perbukitan guna menghindar dari terjangan smong atau tsunami tersebut. dan